Pernahkah Akang-Teteh melihat grup-grup WhatsApp dengan nama seperti “Grup Iklan Bebas Posting”, “Pasar Online Sejahtera”, atau “Grup Promosi Massal”?
Bagi pemilik olshop yang baru memulai, grup-grup seperti ini sering kali terlihat seperti “tambang emas”. Bayangkan, ada grup yang isinya ribuan orang, gratis, dan bebas mengirimkan link produk atau gambar jualan kapan saja. Tinggal copy-paste teks promosi, klik kirim, dan tinggal menunggu pembeli berdatangan…
Namun, pertanyaannya: Apakah pola sebar iklan di grup massal seperti ini benar-benar mendatangkan pembeli (traffic bernilai konversi)?
Jawabannya singkatnya: Sangat jarang, bahkan cenderung sia-sia.
Mengapa demikian? Mari kita bedah alasannya dari sudut pandang perilaku konsumen dan algoritma obrolan digital.
Kelanjutan artikel ini hanya bisa dibaca oleh Member, silahkan login disini dulu atau Registrasi di sini
